HP : "1 message unread"
Me : pressing open key
HP : "Message couldn't opened, please take a bath first"
Me : "hah?"
*****
Saya termenung beberapa jurus. Waktu yang cukup untuk menjadikan saya menjadi daging 76 bagian jika saya terdiam selama itu di medan perang. Juga waktu yang cukup untuk bagi Joko Bandung untuk menyelesaikan sebuah villa zaman now untuk mengganti 1 candi yang gagal ia tepati pada Nawang Wulan di zaman old.
Nama pengirim pesan tercantum di kontak hp jadul saya dan itu berarti saya mengenalnya. Konten singkat pesan tersebut membuat saya bingung memilih perasaan. Bukan antara senang, gembira, merasa akhirnya laku juga, atau bahkan jijik dan najis. Tapi antara heran dan sangat heran. Bagaimana tidak. Saya sepertinya bukan orang yang tepat untuk diajak nikah sedini ini. Jangankan tanggung jawab. Main romantis romantisan seperti yang anak-anak SD zaman sekarang lakukan pun saya tak akan bisa. Tak pernah dilatih soalnya. Umm, ada yang mau saya jadikan media berlatih romantis? Laki-laki boleh. Tapi sebagai samsak, media berlatih tendang tinju.
Saya adalah tipe orang yang masih lebih memilih untuk main PS daripada mengumpulkan uangnya sebagai modal memproduksi tempe untuk kemudian dijual di Mesir, agar bisa bertemu dalam kisah roman dengan Ana Althafunnisa. Saya juga pasti lebih memilih untuk makan mie sedap kremes ayem daripada harus saling suap manja dengan kekasih. Iyalah, kekasih saya mana mampu menyuap cuapi saya, dengan manja pula.
Kembali ke pengirim pesan. Hubungan yang terjalin diantara kami hanyalah hubungan pertemanan biasa. Sejak saya bersekolah di tingkat sekolah menengah, kami memang sering berkomunikasi, namun itupun sepertinya hanya sebatas bertukar informasi, juga bertukar pandangan mengenai novel dan buku. Komunikasi kami sempat terputus lama. Dan siang itu, pesan mengherankan itu muncul tanpa prolog apa-apa.
Saya lantas menghapus pesan tersebut dan tak mau membahasnya dengan pengirim pesan tersebut. Sepertinya, saat itu hpnya dibajak salah seorang temannya. Saya beranggapan demikian, karena sebelumnya, facebook salah seorang teman shalih saya yang kata-kata mutiara selalu menghiasi dindingnya, tiba-tiba memposting kata-kata aneh dan kotor. Seperti ini,
"Manusia menganggapku baik, padahal aku aneh dan kotor. Siapa lagi kalau bukan Engkau yang menutupi aibku, ya Rabb..."
Sebentar, itu sedang dibajak atau memang itu salah satu kata-kata mutiaranya yang rendah hati?
abaikan. Mengenai status FB tersebut, saya hanya bercanda dan mengarang.
Suatu hari pula, saya membentuk isyarat love dengan kedua tangan, ditambah beberapa kedip pada seorang bocah SD didepan ibunya. Tentu saja, saya hanya bercanda. Namun kedip saya semakin cepat dan memerih, mungkin kelilipan. Saya sudahi simbol love dengan tangan untuk kemudian mengucek-ngucek mata.
"Jangan adiknya lah, Fiq. Kan ada mbaknya. Sekarang Syafiq umur berapa?", goda ibunya pada saya. Untuk kali ini, saya mengenal kakak dari adik kecil yang saya candai sebagai salah satu dari jajaran most wanted need for speed. Eh maaf, itu kan judul game.
Tapi memang tak berlebihan jika saya mengkategorikannya sebagai Most Wanted disini. Umm, kalau saya menyebutkan ciri-ciri fisik maupun sifatnya, bisa-bisa saya tertangkap basah oleh para pndd. Pengagumnya dalam diam. Bahkan tanpa disebutkan seperti ini pun, sepertinya sudah ada yang tau ia siapa.
Saya tak berani menjawab pertanyaan ibu itu. Dijawabpun sepertinya ia tak akan percaya, mengingat muka saya yang lebih tua dari muka adik saya. *Iyalah*. Maksudnya, mengingat muka saya yang terlihat lebih tua dari umur saya.
Seketika, degup mengencang dan dengan derasnya keringat bercucuran. Saya berlari berlalu, panggilan ibu itu, saat itu tak lagi saya hiraukan. Namun saya yakin, itu cuma bercanda. Ia memahami saya seperti apa dan saya juga paham model candaannya bagaimana. Degup mengencang itu karena efek kopi, sedangkan saya belum sarapan. Keringat deras bercucuran, itu efek dari saya yang berlari-lari untuk mencari kabel olor dan menyiapkan pembukaan sebuah acara.
********
Tapi memang tak berlebihan jika saya mengkategorikannya sebagai Most Wanted disini. Umm, kalau saya menyebutkan ciri-ciri fisik maupun sifatnya, bisa-bisa saya tertangkap basah oleh para pndd. Pengagumnya dalam diam. Bahkan tanpa disebutkan seperti ini pun, sepertinya sudah ada yang tau ia siapa.
Saya tak berani menjawab pertanyaan ibu itu. Dijawabpun sepertinya ia tak akan percaya, mengingat muka saya yang lebih tua dari muka adik saya. *Iyalah*. Maksudnya, mengingat muka saya yang terlihat lebih tua dari umur saya.
Seketika, degup mengencang dan dengan derasnya keringat bercucuran. Saya berlari berlalu, panggilan ibu itu, saat itu tak lagi saya hiraukan. Namun saya yakin, itu cuma bercanda. Ia memahami saya seperti apa dan saya juga paham model candaannya bagaimana. Degup mengencang itu karena efek kopi, sedangkan saya belum sarapan. Keringat deras bercucuran, itu efek dari saya yang berlari-lari untuk mencari kabel olor dan menyiapkan pembukaan sebuah acara.
********
Mungkin bagi sebagian orang, pertanyaan "kapan nikah?" adalah pertanyaan horor.
Tapi percayalah, pertanyaan "kamu siap nikah sama aku" atau pernyataan "ayo nikah" sepertinya jauh lebih horor.
Jadi, apa kamu (yang entah siapa, dimana, apa, kapan, bagaimana dan mengapa) sudah siap saya hororin? Laki-laki boleh. Sebagai pencuci tumpukan baju yang baunya sudah menghorori lemari saya.


tambah suwe tambah edan kowe le. ndang kawen mangkane
ReplyDeleteSyfr.... Berita surga disiang hari. Yang hoax detwcted. Tapi tak ada salahnya diucap dalam harap dan doa. Eyaaaa
ReplyDeleteKenal penjahit yang hebat mi? Saya mau jahit sayap dulu ke badan biar sedikit lebih pantes 😅
Delete