03 Januari 2015
Sensasi ini, seperti ada sesuatu yang berdesir berulang-ulang, mencoba mempermainkan hati. Bulu kuduk saya rasanya terus menerus berdiri, bukan karna ngeri. Emosi yang ia kemas dengan rapi saat membaca ayat tentang ancaman maupun janji Tuhan benar-benar ... ah speechless.
Sensasi ini, seperti ada sesuatu yang berdesir berulang-ulang, mencoba mempermainkan hati. Bulu kuduk saya rasanya terus menerus berdiri, bukan karna ngeri. Emosi yang ia kemas dengan rapi saat membaca ayat tentang ancaman maupun janji Tuhan benar-benar ... ah speechless.
